Cassette Sepeda
Cassette Sepeda

Cassette Sepeda – Pengaruh dan kompabiliti

Cassette sepeda sangat menentukan kekuatan dan kecepatan sepeda. Sehingga banyak orang mengganti, mengupgrade dan mengubah ukuran cassette untuk mendapatkan performa sepeda yang lebih cocok. Bagaimana pengaruh jumlah casette dan apakah semua cassette bisa diganti?

Freewheel vs Cassette

Sebelum membahas cassette, mari kita lihat apa saja yang istilah-istilah yang dipakai dan jenis sistem penggerak sepeda ini.

Sprocket merupakan gear atau lingkaran metal bergerigi yang diputar dengan rantai untuk memutar roda sepeda. Cogset atau cluster adalah kumpulan sprocket yang dipasang pada hub roda belakang. Cogset bekerja dengan rear derailleur untuk menghasilkan variasi gear ratio pada sepeda. Cogset terdiri dari dua jenis, yaitu freewheel dan cassette.

Walaupun secara fungsi dan bentuk sama, freewheel dan cassette adalah dua benda yang berbeda. Freewheel sudah ada lebih dulu dari cassette. Hampir semua sepeda modern multigear yang ada sekarang menggunakan cassette. untuk mudahnya, perbedaan freewheel dan cassette adalah, cassette mempunyai desain dan efektifitas yang ditingkatkan dari freewheel.

Freewheel

Freewheel atau disebut juga block adalah kumpulan sprocket yang dipasangkan pada hub yang berulir/drat. Jadi seperti memasang mur pada baut, sprocket harus diputar pada drat hub agar terkunci di tempatnya. Hampir semua sepeda yang dibuat sampai akhir tahun 1980an memakai freewheel. Sistem freewheel sederhana tetapi efektif, kalau ingin mengganti ukuran sprocket untuk gear ratio, tinggal buka yang mau diganti dan pasangkan yang baru.

Hub sepeda cassette dan freewheel
Hub sepeda cassette dan freewheel

Sepeda freewheel memiliki bearing yang terdapat di sisi dalam badan freewheelnya dibagian dalamnya. Semakin banyak sprocket yang bisa dimasukkan membuat beban yang tidak seimbang pada as roda, sehingga bisa bengkok bahkan patah. Sehingga freewheel tidak bisa menampung banyak sprocket, yang paling umum adalah 5, 6 & 7, tetapi ada juga beberapa yang bisa sampai 9 speed, bahkan freewheel 10 speed seperti freewheel Sunrace (tetapi jarang). Tetapi tidak semua mau memasang terlalu banyak sprocket pada freewheel, karena struktur yang tidak terlalu mendukung untuk banyak sprcoket, dan sepertinya teknologinya sudah tidak terlalu banyak berkembang sejak kehadiran cassette dan freehub.

Cassette

Shimano mengembangkan sebuah sistem hub yang mereka sebut Freehub. Perkembangan freehub ternyata diminati, dan dipakai juga oleh pabrikan lain, karena memang mekanisme dan strukturnya bagus dan kuat. Sehingga popularitas freehub mulai menggantikan freehweel, dan freehub menjadi standard baru pada sistem drivetrain/penggerak sepeda. Freehub memiliki mekanisme perputaran (ratchet) dan bearing yang terpasang menyatu dengan hub sepeda, dan tidak ada lagi drat. Sprocket dipasang dengan memasukkannya pada badan hub yang memiliki bentuk tonjolan (spline) khusus agar bisa memutar hub, dan dipasangkan lockring di ujungnya untuk mengunci sproket pada tempatnya.

Freewheel vs freehub
Freewheel vs freehub

Kelebihan cassette dibandingkan freewheel adalah posisi bearing yang lebih lebar dan berada di ujung dari kumpulan sprocket. Hal itu membuat penyeimbangan tekanan pada as roda, sehingga as roda lebih terjaga dari tekanan berlebihan pada satu sisi, yang lebih baik untuk kelurusan as roda dan perputaran roda.

Kumpulan dari sprocket pada freehub ini yang disebut sebagai casette. Untuk memudahkan pemasangan sprocket dan pengaturan ukuran sprocket dan spacer yang teratur, beberapa unit sprocket biasanya sudah digabung dan dikunci dengan rivet menjadi satu bagian, yang disebut spider/cage cassette. Spider cassette juga bisa membantu mengurangi berat sepeda, karena rivet atau baut pengunci dari aluminium, bisa menggantikan sebagian komposisi sprocket yang terbuat dari baja atau titanium yang lebih berat.

FreeHub

Casette dipasang pada sepeda, dengan dimasukkan pada slot di hub roda sepeda. Freehub adalah jenis hub sepeda yang bisa menerima cassette. Cassette tidak bisa dimasukkan pada hub sepeda jenis freewheel, dan sebaliknya.

Freehub memiliki slot yang bersirip (spline), dan cassete dimasukkan dengan cara didorong masuk mengikuti bentuk sirip yang ada, lalu akan dikunci di ujung hub dengan lockring. Spline ini berfungsi sebagai pengikat casette pada hub, sehingga kalau cassette berputar, maka hub dan roda juga akan berputar. Pola dan bentuk spline juga berbeda-beda, untuk memastikan cassette yang bisa masuk adalah cassette yang kompatibel saja.

Perbedaan spline pada hub 11 speed dan 10 speed
Perbedaan spline pada hub 11 speed dan 10 speed

Ada banyak bentuk hub sepeda, mulai dari masa/teknologi yang berbeda, merk, dan kapasitas speednya. Baca : apa saja di dalam hub sepeda, untuk mengetahui lebih banyak tentang jenis dan isi hub sepeda.

Gear Range

Casette terdiri dari sprocket dengan jumlah gigi (T) yang berbeda-beda. Biasanya penamaan cassette memakai ukuran terkecil dan terbesar, contohnya 11-32T 11 speed, yang artinya pada cassette tersebut ada 11 sprocket dengan sprocket terkecil berukuran 11T, terbesar 32T. Setiap cassette harus menginformasikan juga ukuran seluruh sprocket yang ada di dalamnya, seperti 11-32t: 11,12,14,15,17,19,22,25,28,32; sehingga kita bisa melihat gradasi dari ukuran sprocket yang ada.

Cassette juga digolongkan berdasarkan perbedaan ukuran sprocket terkecil dengan terbesarnya, menjadi:

  1. Narrow ratio cassete
    Jika perbedaan antara sprocket yang terkecil dan terbesar kurang dari 20T. Cassette jenis narrow (sempit) ini lebih banyak dipakai pada sepeda balap, perbedaan kekuatan kayuhan ketika shifting yang lebih mulus, dan tidak memerlukan sprocket yang ukurannya ekstrem.

  2. Wide ratio cassette
    Jika perbedaan antara sprocket yang terkecil dan terbesar lebih dari 20T. Artinya cassette mempunyai gear yang sangat kecil atau sangat besar pada cassette yang tersebut. Wide (lebar) cassette dipakai pada sepeda gunung yang memerlukan kayuhan ringan ketika menanjak atau pada medan berat, tetapi juga bisa dibawa cepat.

Gear range (rentang gear) adalah perbandingan ukuran sprocket terbesar dibandingkan ukuran sprocket terkecil dalam satuan persen. Contohnya cassette 11-32t, Gear range = 32/11 x 100% = 291%.

Seperti yang kita tahu, semakin kecil sprocket maka semakin mudah untuk membawa sepeda kencang, dan semakin besar sprocket semakin ringan kayuhan sepeda ketika dibawa menanjak. Dari gear range kita bisa melihat karakter sepeda, semakin kecil gear range artinya sepeda tidak banyak perbedaan kekuatan kayuhan pada cassettenya, lebih mengarah ke sepeda yang spesifik untuk suatu area. Semakin besar gear range, sepeda bisa dibawa kencang tetapi juga mudah untuk menanjak, jadi sepedanya bisa dipakai pada segala kondisi.

Gear range tidak berhubungan dengan top speed dan kecepatan sepeda, kecepatan sepeda lebih ditentukan oleh kombinasi ukuran sprocket dan chainring dan juga ukuran roda sepeda. Sedangkan gear range tidak memperhitungkan ukuran chainring.

Sepeda balap biasanya memiliki gear range yang lebih kecil dari sepeda gunung, karena sepeda balap areanya lebih spesifik, mengejar kecepatan dan tidak memakai sprocket yang ukuraannya terlalu besar. Sedangkan sepeda gunung, karakternya ingin ringan di tanjakan tetapi juga cepat. Sehingga sepeda gunung ada yang mempunyai gear range 500% pada sepeda mtb 12 speed (10-50T), sprocket ukuran 10T supaya kencang, sprocket 50t agar mudah menanjak.

Cassette Sepeda balap - Narrow range cassette
Cassette Sepeda balap – Narrow range cassette

Ukuran sprocket ini sudah disusun sedemikian rupa, agar tidak ada lonjakan yang terlalu besar antara satu sprocket dengan sprocket lainnya. Sehingga ketika shifting, perbedaan kekuatan kayuhan tidak terlalu jauh berbeda. Hal ini tentu saja bsia berbeda-beda pada setiap orang. Orang yang kuat mungkin tidak terlalu membutuhkan sproket bersebelahan yang hanya berbeda 1T atau 2T.

Perbedaan ukuran sprocket bersebelahan yang terlalu besar juga tidak bagus pada beberapa kondisi atau area bersepeda. Tidak akan masalah pada jalan turunan. Tetapi pada jalan tanjakan khususnya, perbedaan gear yang terlalu jauh ukurannya akan membuat kita kehilangan momentum atau kecepatan. Karena otot kaki seperti terkejut, ketika tiba-tiba harus menggowes jauh lebih kuat untuk mempertahankan kecepatan. Biasanya yang terjadi adalah kecepatan sepeda jadi berkurang atau malah berhenti, sehingga kita kehilangan momentum dorong, dan harus memulai gowes dari kecepatan rendah lagi.

Sprocket/gear terkecil dan terbesar memang yang paling menentukan batas kecepatan dan kekuatan sepeda. Tetapi tentu saja melihat kombinasinya dengan chainring/gear depan, untuk itu ada yang dinamakan gear ratio.

Gear ratio

Gear ratio adalah perbandingan antara ukuran chainring dengan sprocket yang dipakai.
Contohnya Sepeda Balap Thrill Enthral Elite dengan chainring/crankset 50/34T dan cassette 11-32T.
Gear ratio minimum =34/32=1.06 dan gear ratio maksimum 50/11=4.55
Artinya ketika kita memakai chainring 50 dengan sprocket 11, satu kali putaran chainring akan memutar sprocket dan roda sebanyak 4.55 kali, kombinasi ini kita pakai untuk ngebut. Untuk menanjak, kita perlu gear ratio yang kecil, atau chainring kecil dikombinasikan dengan sprocket besar.

Penjelasan lengkap gear ratio bisa dilihat di: Gear ratio sepeda.

Untuk sepeda multichainring (double apalagi triple), akan ada beberapa kombinasi gearing yang memiliki gear ratio yang sama. Tidak salah sebenarnya, tetapi banyak yang merasa terlalu banyak gear yang tidak dipakai dan shifting yang kompleks. Sehingga sepeda dengan single chainring dianggap lebih efisien dan efektif.

Semakin kecil gear ratio semakin ringan kayuhan sepeda (dipakai pada saat menanjak), semakin besar gear ratio semakin berat kayuhan (dipakai pada saat turunan & ngebut).

Gear ratio juga tidak bisa dipakai untuk menentukan kecepatan maksimum sebuah sepeda, atau kita tidak bisa membandingkan nilai gear ratio dari beberapa sepeda untuk menentukan mana yang paling cepat. Karena untuk masalah batasan kecepatan (top speed), nantinya akan bergantung pada ukuran roda dan kecepatan kayuhan (cadence).

Kalau mau menghitung atau mengira-ngira gear range, gear ratio, dan simulasi kecepatan sepeda dengan mudah, gunakan kalkulator sepeda.

Kalkulator Gear Ratio Sepeda
Kalkulator Gear Ratio Sepeda

Jadi, untuk membuat sepeda lebih cepat atau lebih ringan di tanjakan, mengganti cassette atau sprocket bukanlah satu-satunya solusi yang bisa dilakukan pada drivetrain sepeda, karena banyak faktor lain yang berpengaruh. Seperti mengganti ukuran roda, mengganti ukuran chainring, atau mempercepat kayuhan (kekuatan otot).

Kompabiliti dan upgrade cassette

Seringkali kita merasa sepeda terlalu pelan, atau terlalu berat di tanjakan, sedangkan gear sudah mentok, sehingga kadang merasa memerlukan gear yang lebih besar/kecil atau lebih banyak. Ya, hal ini memang sering terjadi, karena kesalahan membeli sepeda, atau memang otot kaki yang semakin kuat karena sudah terbiasa.

Sebelum mengupgrade atau mengganti cassette, kita harus tahu dulu, jenis dan spesifikasinya supaya bisa mendapatkan komponen yang kompatibel.

Lebar cassette dan jarak antar sprocket

Sprocket pada cassette 6,7,8 dan seterusnya mungkin terlihat sama saja, tetapi sebenarnya tidak sama, karena perbedaanya hanya beberapa mm saja. Sprocket Shimano dan SRAM saling kompatible, artinya bisa ditukar-tukar, sedangkan Campagnolo mempunyai dimensi yang berbebeda dari sprocket pada umumnya.

Pada cassette, semakin banyak sprocket (semakin banyak gear), maka spasi atau jarak antara sprocket juga semakin rapat, dan ketebalan masing-masing sprocket juga semakin tipis. Beberapa freehub bisa menampung beberapa set gear.

Cassette sepeda balap VS sepeda gunung

Kecuali Campagnolo, SRAM dan Shimano memiliki dimensi yang sama untuk cassette 7,8,9, dan 10 speed, baik untuk sepeda gunung dan sepeda balap. Lihat table di atas, spacing sprocket, tebal, dan total lebarnya sama.

Istilah MTB (sepeda gunung) dan Road (sepeda balap) pada cassette hanyalah istilah marketing. Sebenarnya tidak ada perbedaan bentuk dan spasi. Yang membedakannya adalah susunan dan ukuran sprocket yang dipakai.
Contoh tipikal pengaturan ukuran sprocket 11 speed pada:

  • Sepeda gunung (Road) 11-28T : 11-12-13-14-15-17-19-21-23-25-28
  • Sepeda gravel 11-40T               : 11-13-15-17-19-21-24-27-31-35-40
  • Sepeda balap (MTB) 11-42T      : 11-13-15-17-19-21-24-28-32-37-42

Tentu saja sepeda gunung memakai perlu ukuran sprocket yang lebih besar untuk memudahkan mendaki pada medan offroad yang berat. Sehingga lompatan ukuran (gap) antar sprocket lebih besar agar bisa mengakomodir sprocket yang besar itu.

Sedangkan pada sepeda balap, tidak terlalu perlu ukuran sprocket yang besar, sehingga ukuran antara sprocket bisa diatur lebih seragam untuk shifting dan akselerasi yang mulus.

Sepeda gravel, sebagai sepeda yang mirip seperti kombinasi mtb dan road bike, memakai cassette yang lebih lebar (wide) mirip kepada sepeda gunung. Karena jika bersepeda pada jalan tanah/makadam gear yang lebih besar akan membuat akselerasi sepeda yang lebih mudah.

Spasi - jarak antar sprocket pada 8,9,10 speed
Spasi – jarak antar sprocket pada 8,9,10 speed

Tabel di bawah menjelaskan dengan detail tentang jarak antar sprocket, ketebalan sprocket, spacer, dan lebar (tebal) cassette untuk sepeda gunung dan sepeda balap.

Cassette Sepeda Gunung (MTB)

Tipe Jarak antar sprocket Ketebalan Sprocket Ketebalan spacer Tebal Cassette
Shimano IG 7 speed 5.0 mm 2.35 mm 2.65 mm 32.4 mm
Shimano HG 7 speed 5.0 mm 1.85 mm 3.15 mm 31.9 mm
Shimano 8 speed 4.8 mm 1.8 mm 3.0 mm 35.4 mm
Shimano 9 speed 4.35 mm 1.78 mm 2.56 mm 36.5 mm
Shimano 10 speed 3.95 mm 1.6 mm 2.35 mm 37.2 mm
Shimano 11 speed 3.9 mm 1.6 mm 2.18 mm 39.0 mm
SRAM 7 speed 5.0 mm 1.85 mm 3.15 mm 32.0 mm
SRAM 8 speed 4.8 mm 1.8 mm 3.00 mm 35.4 mm
SRAM 9 speed 4.35 mm 1.8 mm 2.54 mm 36.5 mm
SRAM 10 speed 3.95 mm 1.6 mm 2.35 mm 37.2 mm
SRAM 11 speed
(non XD) PG-1130
3.9 mm 1.6 mm 2.2 mm 40.2 mm
SRAM XD 11 speed 3.8 mm 1.6 mm 2.2 mm 40.5 mm
SRAM XD 12 speed 3.65 mm 1.5 mm 2.1 mm 44.4 mm

Cassette Sepeda Balap (Road Bike)

Tipe Jarak antar sprocket Ketebalan Sprocket Ketebalan spacer Tebal Cassette
Shimano 7 speed 5.0 mm 1.85 mm 3.15 mm 31.9 mm
Shimano 8 speed 4.8 mm 1.8 mm 3.0 mm 35.4 mm
Shimano 9 speed 4.35 mm 1.78 mm 2.54 mm 36.5 mm
Shimano 10 speed 3.95 mm 1.6 mm 2.35 mm 37.2 mm
Shimano 11 speed 3.74 mm 1.6 mm 2.14 mm 39.0 mm
SRAM 7 speed 5.0 mm 1.85 mm 3.15 mm 31.9 mm
SRAM 8 speed 4.8 mm 1.8 mm 3.0 mm 35.4 mm
SRAM 9 speed 4.35 mm 1.8 mm 2.54 mm 36.5 mm
SRAM 10 speed 3.95 mm 1.6 mm 2.35 mm 37.2 mm
SRAM 11 speed 3.72 mm
Campagnolo 8 speed 5.0 mm 1.9 mm 3.1 mm 36.9 mm
Campagnolo 9 speed 4.55 mm 1.75 mm 2.8 mm 38.2 mm
Campagnolo 10 speed 4.15 mm 1.7 mm 2.42 mm 38.8 mm
Campagnolo 11 speed 3.85 mm 1.6 mm 2.25 mm 40.1 mm

Apakah cassette MTB bisa dipakai pada sepeda balap?
Untuk cassette Shimano dan SRAM 8,9, dan 10 speed, casette mtb dan road bike ukurannya sama (pada speed yang sama), jadi bisa dipasangkan atau saling ditukar. Tetapi komponen lain (rantai, RD, shifter) harus mendukung jika ada perubahan ukuran atau jumlah sprocket.

12 speed cassette

Cassette dan groupset 12 speed memiliki standard sendiri. Pada awal munculnya groupset 12 speed, Shimano dan SRAM mempunyai freehub khusus untuk cassette 12 speed. SRAM harus memakai HUB XD driver, dan Shimano hanya bisa dipakai dengan hub microspline. Tetapi SRAM akhirnya mengeluarkan NX Eagle groupset yang memiliki 12 cassette yang bisa dipasang dan kompatible dengan freehub standard (8-11 speed). Dan setelahnya mulai banyak produk-produk cassette yang diproduksi oleh merk lain yang juga bisa masuk ke freehub standard.

Dengan semakin tipisnya sprocket, terutama pada gear besar/lambat, manufaktur biasanya menempelkannya menjadi satu bagian, yang disebut cassette spider atau cassette cage. Kalau kita buka cassette, biasanya 3 atau 4 sprocket terbesar sudah jadi satu set/bundle yang menempel. Karena sprocket besar dan tipis lebih rawan untuk bengkok atau patah, jadi harus diperkuat dengan menyatukan beberapa sprocket sekaligus.

Membuat sprocket menjadi satu set juga dapat menghemat berat cassette secara signifikan. Lingkaran sprocket tidak perlu harus terdiri dari besi/metal pejal sampai ke hub. Cukup sprocket terbesar dan terkecil saja yang tersambung ke pusat (hub). Seperti contoh Garbaruk 10-50T 12 speed cassette, yang beratnya hanya 342 gram. Kekurangan spider cassette atau cage cassette ini adalah, kalau salah satu sprocket rusak atau rompal, maka akan lebih sulit untuk mengganti satu ukuran sprocket saja.

Semakin banyak speed/sprocket biasanya membuat cassette menjadi semakin berat. Tetapi tidak selalu begitu. Teknologi dan metoda penyusunan dan bahan untuk cassette juga beradaptasi untuk menghasilkan cassette yang ringan walaupun speed bertambah. Untuk cassette beratnya biasanya berkisar diantara 300-600 gram, semakin mahal cassette biasanya beratnya juga semakin ringan, karena memakai bahan alloy yang kuat dan ringan dan teknik penysunan yang lebih kompleks.

Contoh Shimano HG500 10 speed (11-42T) beratnya 435gram, dibandingkan dengan Garbaruk 12-Speed Cassette (10-50T) beratnya 342gram. Shimano HG500 memakai kepingan satuan yang digabung menjadi satu, sedangkan Garbaruk 12 speed merangkai semua sprocket menjadi satu spider/cage, sehingga tidak semua sprocket harus terdiri dari kepingan padat.

Perbedaan berat cassette 10 speed dan 12 speed
Perbedaan berat cassette 10 speed dan 12 speed

Spacer

Spacer pada cassette adalah plat logam tambahan yang dipasang agar jarak antara sprocket seragam atau agar lebar cassette bisa pas pada freehub.

Tebal tipis sprocket, spider/cage cassette akan mempengaruhi posisi pemasangan spacer. Setiap casette bisa memiliki posisi spacer yang berbeda-beda. Jadi ketika membuka atau membongkar cassette, sebaiknya pertahankan atau ingat urutan atau posisi dari sprocket dan spacer. Untuk cassette terkemuka, biasanya di panduan atau website mereke menyediakan informasi, tentang penyusunan cassette mereka.

Cassette tidak selalu dijual dalam satu set, ada juga yang dijual per sprocket. Biasanya dipakai untuk mengganti salah satu sprocket yang rusak, atau mau mengganti ukuran satu atau beberapa sprocket saja.

Untuk sprocket yang lepas, mengganti dengan ukuran yang sejenis tentu saja mudah. Tetapi mengganti sprocket dengan ketebalan yang berbeda atau menambahkan sprocket baru tidak semudah itu. Kita harus memperhatikan ketebalan juga. Karena untuk setiap speed, ketebalannya berbeda-beda. Jika terlalu tebal, maka pastinya akan menggeser posisi sprocket yang ada di sebelah kirinya, dan shifting tidak akan mulus. Karena jarak pergeseran rantai oleh derailleur, tidak sama lagi dengan jarak antara sprocket.

Susunan sprocket dan spacer pada cassette
Susunan sprocket dan spacer pada cassette

Tetapi jika lebih tipis dari sprocket aslinya, spacer bisa ditambahkan untuk mendapatkan cog pitch sesuai aslinya. Tetapi mengukur atau mencari ketebalan spacer dengan presisi mm agak sulit, kecuali memang diberikan pada saat membeli sprocket baru.

Kompabiliti cassette dan freehub

Bagaimana jika memasang cassette pada hub yang beda merk, atau mengupgrade cassette 10 speed pada hub 8 speed? Banyak sekali kombinasi kemungkinan cassette dan hub yang bisa dibuat, karena perbedaan jumlah ukuran dan merk.

Untuk cassette dan hub, kebanyakan mengacu standard dari pabrikan besar seperti Shimano, SRAM atau Campagnolo, tetapi tidak jarang memakai dimensi sendiri yang biasanya dijelaskan pada spesifikasinya. Yang pasti, tidak semua cassette dan hub kompatibel, walaupun sama-sama 10 speed misalnya. Pada beberapa kondisi, spacer bisa membantu untuk membuat agar cassette bisa pas lebarnya pada sebuah freehub body.

Tabel di bawah menjelaskan kompabiliti anatara cassette dan freehub sepeda secara umum:

Cassette  Shimano/SRAM 8/9/10 speed freehub body Shimano 10 speed “only” body (Dura Ace 7800)
Shimano/SRAM 11 speed body Campagnolo 9/10/11 speed body Mavic body
(Shimano version)
Mavic body
(Campagnolo version)
Shimano 7 speed 3.0mm/4.0mm spacer Tidak kompatibel 3.0mm/4.0mm +
1.85mm spacer
Tidak kompatibel 3.0mm/4.0mm
+
1.75mm
spacer
Tidak kompatibel
Shimano 8 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
Shimano 9 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
Shimano 10 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
Shimano 10 speed “only” 

Dura Ace 7800, 7900

dan Ultegra 6600

1.0mm spacer Kompatibel 1.85 1.0mm spacer Tidak kompatibel 1.75 + 1.0mm spacer Tidak kompatibel
Shimano 11 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel
Shimano 12 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel
SRAM 8 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
SRAM 9 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
SRAM 10 speed Kompatibel Tidak kompatibel 1.85mm spacer
Tidak kompatibel 1.75mm spacer Tidak kompatibel
SRAM 11 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel
Campagnolo 9 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel
Campagnolo 10 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel
Campagnolo 11 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel
Campagnolo 12 speed Tidak kompatibel Tidak kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel Tidak kompatibel Kompatibel

Keterangan:

  • Kompatibel: bisa dipasangkan
  • Tidak Kompatibel: Tidak bisa dipasangkan
  • Spacer: artinya spacer perlu dipasangkan pada hub sebelum memasukkan cassette agar kompatibel.

Untuk melihat kompabilitas cassette dan hub pada tabel ini, cari jenis cassette yang akan dipasang di kolom paling kiri (tulisan biru), lalu cari pasangan hubnya ke sebelah kanannya (lihat jenis hubnya di atas/judul).

Dari tabel ini bisa kita lihat kalau cassette 8,9,10 speed cocok/fit pada freehub sepeda yang sama (kecuali Campagnolo), cassette 7 speed juga bisa masuk dengan tambahan spacer. Atau cassette 11 speed hanya bisa dipasangkan pada hub 11 speed saja.

Walaupun cassette 8,9,10 speed memiliki perbedaan lebar, ketika dimasukkan pada hub yang kompatibel, lockring dan alur spline yang masih bagus biasanya bisa mengunci cassette dengan baik. Kadang terjadi masalah ketika drat lockring macet atau rusak, sehingga tidak bisa dikunci dengan baik/sampai habis, sehingga memerlukan tambahan spacer.

Untuk Shimano 12 speed sementara hanya bisa dipakai pada freehub microspline. SRAM juga awalnya hanya membuat cassette 12 speed untuk XD driver body, tetapi SRAM sudah mengeluarkan SRAM NX Eagle cassete yang kompatibel dengan 8,9,10 freehub. Tetapi ukuran terkecil sprocket SRAM NX Eagle adalah 11T, tidak bisa dipasangkan 10T. Untuk yang sprcoket 10T, hanya bisa dipasangkan pada XD driver.

Walaupun cassette dan hub komptible, tetapi tidak cukup itu saja agar drivetrain bisa bekerja, kita harus selalu melihat kompabilitasnya dengan komponen penggerak sepeda lainnya.

Apa pengaruh jumlah sprocket casette?

Mengubah jumlah sprocket pada sebuah sepeda secara performa pasti akan mengubah range gear dan gear ratio. Di atas juga sudah dijelaskan tentang cassette dan hub yang kompatibel, tetapi pada sebuah sistem penggerak (drivetrain) sepeda, cassette dan hub juga harus bisa kompatibel dengan komponen lain. Apa saja yang berpengaruh ketika kita mengganti cassette dengan speed atau jumlah/ukuran sprocket yang berbeda.

  1. Shifting
    Seperti yang pernah dibahas pada Cara kerja derailleur pada sepeda, shifter dan derailler untuk speed yang berbeda mempunyai spesifikasi yang berbeda. Untuk setiap jumlah speed, ketika tuas shifter ditekan, derailleur harus bergeser sama dengan lebar antar sprocket (cog pitch). Sehingga derailleur bisa menggeser rantai agar nyangkut ke sprocket di sebelahnya.
    Baca: cara kerja derailleur sepeda untuk melihat cara kerja shifter.
    Makanya tidak bisa dipaksakan, shifter untuk speed tertentu dipakaikan pada cassette dengan jumlah sproket yang berbeda.
  2. Rantai
    Untuk cassette dengan sprocket yang berbeda, diperlukan jenis rantai yang berbeda juga. Jika sprocket semakin tipis, maka rantai juga harus semakin tipis. Akan sulit jika kita memakai rantai untuk 8 speed pada cassette 11 speed. Karena bentuk rantai 8 speed lebih tebal, sehingga sulit untuk masuk pada celah dan badan sprocket 11 speed yang tipis. Makanya, rantai sepeda 10 speed ke atas biasanya lebih cepat aus dibandingkan rantai sepeda speed rendah. Sehingga, ketika kita mengganti rantai atau mengganti cassette, kita perlu untuk memperhatikan kompabilitas diantara keduanya.
    Panjang rantai juga harus diubah ketika ada jumlah atau ukuran sprocket yang diganti.
    Baca: Rantai sepeda untuk melihat ukuran dan kompabilitas rantai sepeda pada berbagai speed.
  3. Rear Derailleur
    Hal lain yang perlu diperhatikan ketika mengganti jumlah dan ukuran cassette adalah Rear Derailleur (RD). Derailleur memiliki kapasitas untuk ukuran sprocket dan chainring yang bisa dipasangkan. Yang membatasi adalah panjang rantai sebenarnya, derailleur memiliki fungsi untuk menggulung rantai yang yang tersisa dari kombinasi sprocket dan chainring.
    Semakin besar sprocket dan chainring semakin panjang rantai yang dibutuhkan, dan ketika dipakai pada posisi gear tertentu, derailleur akan menggulung sisa rantai untuk menjaga tegangan rantai. Semakin panjang derailleur, semakin banyak rantai yang bisa digulungnya, ini lah yang membuat kapasitas derailleur akan membatasi sprocket yang bisa dipasangkan padanya. Jadi tidak semua sprocket bisa masuk ke derailleur tertentu.
    Baca: Rear derailleur cage sepeda sebagai informasi untuk kapsitas dari derailleur terhadap ukuran sprocket/cassette.
Sistem Drivetrain Sepeda
Sistem Drivetrain Sepeda

Profil Gigi Cassette

Sprocket pada cassette modern memiliki profil dan bentuk yang unik. Tidak hanya tonjolan gigi seperti sprocket lama, tetapi mempunyai bentuk yang tujuannya untuk memudahkan pergeseran rantai sepeda. Bagian sprocket yang terlihat “coak” itu disebut ramp. Ramp ini seperti jalur untuk memindahkan dan menangkap rantai sepeda lebih baik, terutama untuk sprocket yang memiliki ukuran jauh lebih besar dari sprocket disebelahnya. Dengan begitu, shifting akan lebih cepat dan mulus. Tidak hanya itu saja, adanya ramp juga akan mengurangi berat cassette.

Terutama untuk sepeda gunung yang memaki wide range cassette, pasti di bagian sprocket yang besar perbedaan ukuran sprocket yang bersebelahan akan semakin ekstrem. Hal ini membuat rantai agak lebih sulit untuk dipindahkan dari satu sprocket ke sprocket sebelahnya, karena harus memanjat lebih tinggi.

Profil gigi juga sering dimodifikasi bentuknya dengan tujuan yang sama. Ada yang panjang pendek, atau ada yang bentuknya berbalik selang-seling. Hal yang sama juga dipakai pada chainring. Untuk chainring juga kadang ditambahkan semacam pin, untuk menangkap dan melepas rantai. Karena chainring biasanya perbedaaan ukurannya jauh lebih ekstrem dan jarak antara gear yang lebih renggang.

Profil ramp dan gigi sprocket
Profil ramp dan gigi sprocket

 Tingkat Presisi Casette

Jika kita perhatikan dari tabel di atas, semakin banyak speed, semakin tipis jarak antara sprcoket. Hal ini juga membuat, tingkat presisi shifting, harus semakin presisi dengan bertambahnya jumlah speed/sprocket pada casette.

Pada cassette 8 speed, jarak antar sprocket adalah 5mm, perbedaan 0.1mm masih masuk toleransi. Tetapi pada 9,10, 11, dan 12 speed, dimana jarak antar sprocket sudah semakin dekat, perbedaan 0.1mm bisa menjadi masalah, yang mengakibatkan susah/macet pada saat shifting, rantai yang loncat atau melewati sprocket sebelahnya, dan sebagainya.

Setelah mengupgrade atau mengganti cassette atau sprocket, jika shifting dan gearing tidak mulus, mungkin salah satu masalahnya tingkat presisi ukuran yang masih belum pas. Perbedaaan beberapa milimeter tidak bisa dibedakan dengan mata, jadi perhatikan spesifikasi dan alat ukur yang benar.

Bahkan pada sepeda 12 speed, pemakaian shifting elektronik dianggap lebih aman, karena memang memerlukan presisi yang sangat baik, motor listrik akan memberikan shifting yang teratur dan seragam, dibandingkan dengan tekanan tangan dan mekanisme manual. Seperti Shimano Di2, SRAM eTAP, atau Campagnolo EPS.

Hal ini membuat, casette dengan speed yang semakin besar harganya lebih mahal, karena salah satu faktor pembuatan yang lebih hati-hati dan presisi yang lebih tinggi. Begitu juga dengan komponen  lain pendukungnya juga harus memiliki tingkat presisi yang tinggi juga. Sehingga kita butuh perawatan yang sedikit ekstra untuk sepeda modern yang memiliki banyak speed. Tidak seperti sepeda tua yang lebih tahan banting, komponen yang meleset sedikit masih bisa dijalankan.