Perbedaan Rotor disc brake 6 lock dan centerlock
Perbedaan Rotor disc brake 6 lock dan centerlock

Rotor/Hub Centerlock atau 6 bolts?

Jika kita akan membeli hub roda sepda baru atau rem cakram baru, maka kita akan bertemu dengan type komponen yang bernama 6 lock (International Standard/IS) atau Centerlock. Istilah-istilah ini merujuk pada cara pemasangan rotor rem cakram kita pada hub sepeda. Mana yang lebih baik, dan mana yang harus saya pakaikan ke sepeda saya adalah sebuah pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh para pengendara sepeda.

Rotor dan Hub

Sebenarnya jenis rotor dan mount rotor pada hub tidak hanya 6bolt/IS dan Centerlock, masih ada lagi jenis lain seperti: 4 bolts rotor dari Cannondale, 5 bolts rotor dari Hope atau yang dipatenkan oleh RockShox dan Rohlhoff. Tetapi jenis rotor yang paling banyak dipakai hanyalah IS dan Centerlock.

Hub roda dan jenis rotor harus mempunyai jenis yang sama agar dipasangkan, 6 lock ke 6 lock dan Centerlock ke Centerlock. Jika tidak sama, maka bisa menggunakan konverter tambahan, tetapi sebaiknya selalu gunakan yang sejenis. Tetapi tidak begitu dengan sistem rem dengan rotor, tidak masalah apa pun merek disc brake rem cakram kita, mereka akan bekerja dengan kedua jenis rotor ini.

Dudukan rem pada hub sudah pernah dibahas sedikit pada penjelasan tentang hub roda sepeda.

Perbedaan hub roda 6 lock dan centerlock
Perbedaan hub roda 6 lock dan centerlock

Ukuran Rotor 

Seperti yang kita tahu, tidak semua rotor mempunyai ukuran yang sama, rotor disc brake mempunyai ukuran (dalam mm) berbeda untuk fungsi, dan rasa yang berbeda.

Ukuran yang paling kecil adalah 140mm, yang paling umum dipakai adalah ukuran 140-160mm, seperti pada sepeda gunung, sepeda balap, sepeda gravel dan cyclocross. Sepeda gunung trail biasanya menggunakan rotor berukuran 160-180mm, sepeda gunung enduro 180mm, dan sepada gunung DH (DownHill) menggunakan rotor berdiameter 200 sampai 205mm.

Mounting caliper (penjepit) rotor yang biasanya membatasi ukuran rotor yang bisa dipakai pada sebuah sepeda. Tetapi bentuk frame dan spesifikasi caliper disc brake juga akan mempengaruhi seberapa besar atau kecil rotor yang bisa dipasang pada sebuah sepeda.

Rotor yang besar lebih bagus untuk menyebarkan panas dari gesekan antara kanvas dan cakram (mengurangi overheat), dan memberikan daya rem yang lebih kuat. Tetapi bobotnya lebih berat dari pada memakai rotor disc brake yang lebih kecil.

Centerlock

Centerlock adalah sistem pemasangan rotor pada hub yang dipatenkan oleh Shimano, teknologi centerlock banyak dipakai oleh merk-merk lain. Pada sistem Centerlock, pemasangan rotor pada hub tidak menggunakan baut-baut seperti 6 lock (IS). Mirip seperti memasukkan cassette pada freehub , rotor disc centerlock didorong masuk pada slot di hub yang memiliki bidang gerigi atau sirip (fin) yang melingkar, lalu ditutup dan dikunci dengan kunci khusus. Hal ini memastikan rotor akan tetap diam pada posisinya tanpa memakai baut, karena sirip-sirip itu akan mengunci rotor agar tidak berputar.

Bidang kontak antara hub dan rotor biasanya terbuat dari bahan khusus yang kuat, sehingga tidak akan bergeser dan goyang.

Sistem disck brake rotor dan hub centerlock
Sistem disck brake rotor dan hub centerlock

Untuk mengunci penutup rotor pada hub, menggunakan kunci khusus (Shimano, model TL-LR10), jenis kunci yang juga bisa dipakai untuk membuka tutup cassette sepeda.

Tetapi kalau kita menggunakan as roda 20mm Thru Axle (TA), maka untuk membukanya menggunakan kunci Oversize Shimano, model TL-LR20 yang lebih besar.

Kelebihan

  1. Lebih mudah untuk dibongkar pasang. Hanya ada satu sistem penguncian, selanjutnya tinggal tarik atau masukkan ke slot pada hub.
  2. Hub roda centerlock umumnya lebih ringan dari 6 lock.
  3. Rotor berada pada posisi yang sempurna. Karena hub memiliki slot dan gerigi sebagai panduan, posisi rotor harus mengikuti jalur yang ada.

Kekurangan

  1. Rotor centerlock biasanya lebih berat.
  2. Memerlukan kunci sepeda khusus, harus dibeli terpisah. Tidak bisa memakai kunci-kunci umum yang ada.
  3. Ada dua jenis kunci yang berbeda-beda, yaitu yang standard dan oversize. Oversize untuk as thru axle yang berukuran 20mm.
Kunci pembuka rotor centerlock satndard dan oversize
Kunci pembuka rotor centerlock satndard dan oversize

Untuk masalah berat sebenarnya sangat relatif, walaupun secara umum seperti yang ditulis di atas, tetapi rotor atau hub yang harganya murah berbanding lurus dengan bobot yang lebih berat.

6 bolt (IS)

6 lock atau 6 blot atau International Standard (IS) adalah sistem penguncian rotor pada hub dengan menggunakan 6 buat baut. Sistem ini sudah ada sebelum Centerlock, lebih banyak dan lebih umum dipakai pada sepeda-sepeda yeng menggunakan disc brake.

Tidak perlu kunci khusus untuk membuka baut pada 6 lock, menggunakan kunci bintang biasa yang mudah dicari dan biasanya ada di multitool.

Biasanya 6 bolt rotor juga terdiri dari dua bagian (two-piece rotors) dengan warna yang berbeda, bagian dalam sebagai pegangan dan tempat baut, dan bagian luar merupakan bagian yang dijepit oleh kanvas rem. Hal ini membuat rotor yang lebih kuat, tahan panas, dan stabil.

Kelebihan

  1. Tidak susah untuk dicari dan banyak merk.
  2. Banyak pilihan hub.
  3. Penguncian menggunakan alat yang mudah dan biasanya kita punyai (kunci bintang)

Kekurangan

  1. Lebih berpotensi untuk tidak center.
  2. Jika dipasang dengan teknik yang tidak teliti, maka potensi untuk rotor tidak berada di pusat as roda dan rotor yang miring bisa terjadi. Kita tidak bisa mengunci baut langsung kencang, harus satu per satu pada baut yang bersebarangan dengan kekencangan yang bertahap, sampai posisi yang ideal tidak goyang atau bergeser baru dikunci kuat. Pemasangan baut dengan kekuatanyang berbeda juga akan berpotensi membuat rotor yang miring.
  3. Ulir atau drat baut yang aus atau rusak karena sering dibuka tutup atau pemasangan yang longgar atau terlalu kuat bisa saja terjadi. Kerusakan dari satu baut biasanya akan menjalar ke yang lain jika rem terus dipakai. Sebaiknya mengunci dengan hati hati, atau ikuti anjuran kekuatan baut dengan torque wrench.
  4. Proses bongkar pasang yang lebih lama. Ada 12 (6×2) baut yang harus dibuka /dipasang untuk melepas rotor, belum termasuk menjaga pengencangan bertahap untuk mendapatkan posisi yang pas.

Konverter/Adaptor

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sistem rem disc brake akan menerima rotor jenis apa saja, yang penting hub roda dan rotor memiliki tipe yang sama.

Jika tidak sama, tidak bisa dipasang langsung, tetapi bisa dipasang dengan menggunakan converter atau adaptor. Pilihlah adaptor yang berkualitas, karena dengan pemakaian adaptor, sebenarnya makin banyak sambungan yang berpotensi menjadi bidang lemah jika tidak terpasang dengan baik atau memiliki kualitas yang tidak bagus. Selalu lebih baik memasang komponen yang kompatibel dari pada memakai konverter atau adaptor.
Konverter ini dipasang pada hub roda, sehingga mengubah dudukan untuk rotor disc brake.

Adaptor/konverter 6 bolt (IS) ke Centerlock
Berguna untuk memasang rotor centerlock pada hub roda 6 bolt (IS).

Adaptor- Konverter 6-BOLT ke CENTRELOCK
Adaptor- Konverter 6-BOLT ke CENTRELOCK

Adaptor/konverter Conterlock ke 6 bolt (IS)
Berguna untuk memasang rotor 6 bolt (IS) pada hub roda centerlock.

Adaptor- Konverter CENTRELOCK ke 6-BOLT
Adaptor- Konverter CENTRELOCK ke 6-BOLT

Tidak ada jaminan centerlock lebih baik dari 6 bolt atau sebaliknya. Pada akhirnya, terserah kepada kita untuk memilih mana yang terbaik, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan, teknik rem, kompabiliti, sistem mana yang paling cocok untuk kita.